Badan Penjaminan Mutu

universitas pgri banyuwangi

Visi Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA) adalah menjadi Universitas yang unggul di Jawa Timur pada tahun 2027 sehingga salah satu upaya yang penting untuk dilakukan adalah menjaga agar sistem penjaminan mutu baik internal (SPMI) maupun eksternal (SPME) berjalan baik dan mutu ditingkatkan secara berkesinambungan (continuous quality improvement). Sejalan dengan himbauan DIKTI dan keinginan dari dalam, maka Universitas PGRI Banyuwangi menjadikan Penjaminan Mutu menjadi suatu kegiatan yang terlembaga dalam tata kerja organisasi.

Permenristek DIKTI No. 50 Tahun 2014 tentang SPM PT mengamanatkan bahwa setiap PT wajib melakukan SPMI sebagai suatu kegiatan sistemik penjaminan mutu PT oleh seluruh PT secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan PT secara berencana dan berkelanjutan. PT harus meningkatkan kapasistas institusinya, termasuk perlu mengembangkan SPMI sehingga menjadi institusi yang sehat dan memberikan kontribusi untuk kepentingan bangsa.

Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNIBA bertanggung jawab terhadap terlaksananya siklus penjaminan mutu yang mencakup PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, Peningkatan Standar Pendidikan Tinggi). Untuk menjamin terlaksananya seluruh siklus, diperlukan SDM yang komit dan paham tentang proses penjaminan mutu PT sehingga mampu menetapkan standar mutu yang sudah ditetapkan yang akan bermuara pada tercapainya tujuan dari penjaminan mutu di UNIBA.

BPM UNIBA secara kelembagaan sebenarnya telah ada sejak tahun 2010, tetapi keberadaannya belum efektif. BPM berfungsi bila ada proses akreditasi sehingga yang dijalankan adalah SPME yang itupun dilakukan dengan setengah hati. Undangan terkait penjaminan mutu sering diterima, tetapi BPM UNIBA jarang sekali megirimkan utusan untuk mengikutinya. Berkas-berkas dibuat hanya untuk formalitas saat persiapan akreditasi berlangsung hingga kemudian pada tahun 2017, atas inisiatif beberapa orang, akhirnya UNIBA mengirimkan utusan dari BPM sebanyak 2 orang dan dari masing-masing Prodi 1 orang ke Universitas Muhammadiyah Jember untuk mengikuti BIMTEK SPMI. Saat itulah pemahaman terbuka tentang apa saja tugas BPM dan bagaimana kondisi riil penjaminan mutu di UNIBA. Komitmen mulai dibuat untuk bisa melakukan perubahan yang lebih baik. Tak lama setelah itu pecah konflik antara Rektorat dengan Yayasan (dalam hal ini Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan PT PGRI Banyuwangi) selama kurang lebih 2 semester.

Pada bulan Februari 2019 dibentuk BPM baru di bawah kepemimpinan Rektor yang baru, yaitu Dr. H. Sadi, M.M. Rektor berkomitmen sedari awal untuk memimpin UNIBA baru yang taat azas dan berorientasi pada mutu. Pada bulan Juni 2019 seluruh personal BPM UNIBA (3 orang) berangkat ke Surabaya karena UNIBA menjadi salah satu PT Asuhan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam Program PT Asuh menuju Prodi Unggul. Melalui program tersebut seluruh personal BPM mendapatkan pelatihan dan sertifikat sebagai auditor mutu internal. Selain itu juga ada sosialisasi tentang SPMI dan SPME, sharing tentang best practice penjaminan mutu di UNESA, serta pelatihan penyusunan dokumen mutu. BPM UNIBA kemudian berhasil mengejar ketertinggalan dalam bidang penyusunan dokumen mutu. Pada paruh kedua tahun 2019 disusun 24 Standar DIKTI berikut manual mutunya secara lengkap agar bisa melaksanakan siklus penjaminan mutu secara purna.

Pada bulan Agustus 2019 diadakan perubahan di BPM UNIBA. BPM yang awalnya di-SK-kan oleh Rektor kemudian di-SK-kan oleh Badan Penyelenggara sesuai dengan ketentuan yang berlaku tentang penjaminan mutu di PTS dengan struktur sebagai berikut:

KEPALA

Tofan Priananda A, S.Hi., M.Si.

Sekretaris

Wiwin Indiarti, S.S., M.Hum.

Ka. Divisi Pengkajian dan Pengembangan Sistem Mutu Akademik

Fitri Nurmasari, S.Pd.Si., M.Si.

Ka. Divisi Pengolahan Data dan Sistem Informasi

Raup Padillah, M.Pd.

Ka. Divisi Akreditasi

Wiwin Indiarti, S.S., M.Hum.

Ka. Divisi Audit

Yuli Sugianto, M.Pd.

STAF

Tutut Eka Sri Wahyuni, S.Pd.

Firdaus Samboja, S.S.

Pada tanggal 30 Agustus 2019 dilakukan Deklarasi Mutu yang diikuti oleh Badan Penyelenggara, Badan Pelaksana dan perwakilan seluruh civitas akademika Universitas PGRI Banyuwangi sebagai penanda komitmen bersama untuk menjaga mutu secara berkesinambungan. Deklarasi Mutu sangat penting dilakukan. Deklarasi tersebut bukan sekedar pepesan kosong karena merupakan pernyataan bersama para pihak yang bertanggung jawab menjaga mutu UNIBA bahwa mereka berkomitmen penuh dalam menjaga kesesuaian antara penyelenggaraan pendidikan tinggi dengan standar pendidikan tinggi yang terdiri atas Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Standar Pendidikan Tinggi yang ditetapkan oleh Perguruan Tinggi sebagai upaya penjaminan mutu sebagaimana isi dari Deklarasi Mutu tersebut. Dengan mengucapkan ikrar bersama dan menandatangani prasasti berisi pernyataan deklarasi, tonggak baru telah ditancapkan di UNIBA.

Deklarasi Mutu kemudian diikuti dengan penetapan dan sosialisasi dokumen mutu yang terdiri dari Kebijakan, Manual, Standar dan Formulir Mutu. Badan Penjaminan Mutu UNIBA mulai bergerak menyesuaikan diri dengan komitmen DIKTI menjaga mutu pendidikan tinggi dengan mengkombinasikan standar nasional dan standar perguruan tinggi. Penjaminan mutu seluruh unit kerja dikawal ketat dengan pelaksanaan monev keterlaksanaan standar di tingkat Prodi maupun Fakultas dan audit ketercapaian standar di aras universitas. Pada tahun 2020 disusun 6 standar internal UNIBA dan telah dilakukan Audit Mutu Internal (AMI) berbasis resiko, yaitu terkait Standar Kompetensi Lulusan, Standar Hasil Penelitian serta Hasil Pengabdian kepada Masyarakat, selain AMI terkait Standar Proses Pembelajaran dan Proses Penelitian. Di tahun 2021 ini BPM UNIBA menargetkan pelaksanaan AMI seluruh standar yang dimiliki UNIBA, penyusunan Standar Internal Baru dan penyusunan SOP yang diperlukan untuk seluruh standar.


Banyuwangi, 15 April 2021

Kepala Badan Penjaminan Mutu UNIBA,




Tofan Priananda Adinata, S.Hi., M.Si.